Bantuan Modal bagi 500 BUMDes Jabar

Bagi Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil, revolusi digital adalah upaya Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jabar dalam meningkatkan aktivitas perekonomian di desa.

Dalam acara penyerahan bantuan permodalan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di BUMDesa Awards di Aula Barat Gedung Sate, Bandung pada Sabtu (2/11), gubernur yang seringkali disapa Emil ini menargetkan program desa digital dengan pengadaan infrastruktur internet. Dengan ini, masyarakat desa dapat mendapatkan akses informasi serta bisnis yang luas.

Revolusi digital lainnya juga terdapat pada program One Village One Product (OVOP) yang didukung dengan tersedianya Pusat Digital Desa (Talesa) di mana produk hasil masyarakat desa akan didistribusikan dengan sistem online.

Pemdaprov Jabar turut menggandeng generasi millenial untuk menjadi CEO di perusahaan desa lewat program Patriot Desa. Hingga saat ini, sudah ada 110 pemuda lulusan perguruan tinggi yang siap mengabdi selama dua tahun untuk memajukan ekonomi perdesaan.

“Melalui kepemimpinan dan teknologi, desa akan kita revolusi. Oleh karena itu, saya butuh orang desa yang semangat,” ujar Emil.

Pada acara ini, Emil menyerahkan bantuan masing-masing Rp 100 juta kepada 500 BUMDes berprestasi di Jawa Barat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPM-Desa) Jabar Dedi Supandi menyatakan terdapat berbagai kategori BUMDes yang mendapatkan bantuan permodalan. Di antaranya, BUMDes berprestasi, BUMDes yang memberikan pengaruh pada desa mandiri maupun perbatasan, BUMDes pemicu diraihnya lomba Desa Juara ataupun BUMDes produktif.

Dedi menambahkan, pihaknya telah menjalin kerja sama langsung dengan PT Astra yang telah berhasil menghasilkan CEO muda guna membantu perekonomian desa. Bantuan sebesar Rp 1 miliar juga turut diserahkan oleh PT Astra kepada 100 BUMDes yang berada di bawah bimbingan perusahaan ini.

Melalui program Desa Wisata, kehadiran BUMDesa juga berhasil memajukan sektor pariwisata sejumlah daerah.

“Ada tiga desa wisata, dua di daerah Garut, dan satu di wilayah Pangandaran,” ujar Dedi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *